Anya
Kebab Franchise
Alfamart
Berencana Buka Jaringan Minimarket di Vietnam (detik.com)
Tips
Memilih Waralaba Yang Baik
Chic's
Musik Pindah Jalur ke Franchise
Potret
Terkini Bisnis Waralaba (Swa)
GWGuyur
- Franchise cuci motor
Bisnis
Pizza Menerobos hingga Pelosok Jakarta (Sinar
Harapan)
Waralaba
Video Ezy (Swa)
Artikel
waralaba Video Ezy (Bisnis
Jakarta)
Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2007 Tentang Waralaba
(Salam Franchise)
Waralaba
Usaha Anda: Aturan dan Kritera
Berbagai
Artikel dari Bridge Franchise
Filosofi
Bisnis (Swa)
Franchise
K5 - serba 5 ribu perak
Kisah
Sukses Kartini kita di bidang waralaba
Artikel-artikel
Waralaba dari Majalah Pengusaha
Mengatasi
Persaingan Antar Franchise (Salam Franchise)
Trend
Franchise 2008
Waralaba
asing yang layak comot (Swa)
Pilih
Waralaba agar bisa tetap urus anak
X4print
refill ink
Malaysia
To Open 50 More Burger King Outlets In 5 Years Restaurants
Sdn Bhd, a franchisee of fast food Burger King restaurants in
Malaysia, will spend 27 million ringgit (8 million U.S. dollars)
to open 50 outlets throughout Malaysia in the next five years,
local media reported on Monday. Its director of operations Khaled
Hammam made the announcement after opening the third Burger
King outlet in Malaysian southern Johor state, which features
a 24-hour drive-through on Saturday. The restaurant is its 22nd
outlet in Malaysia. There are now five round-the-clock Burger
King restaurants in the country, and six are in petrol kiosks.
Bisnis waralaba atau franchise belakangan
mewabah dunia usaha di Tanah Air, terutama kalangan muda yang
bermodal kuat. Sebagian pengusaha berpendapat, mengembangkan
bisnis ini relatif lebih mudah dibanding memulai bisnis dari
nol. Menurut Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar
di Jakarta, baru-baru ini, usaha waralaba di Indonesia memiliki
tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Sekitar 65 persen pembeli
lisensi waralaba berhasil mengembangkan usahanya dan tak sekadar
balik modal.
Sejauh ini, terdapat sekitar 270 usaha waralaba asing dan sekitar
20 waralaba lokal di Indonesia. Waralaba asing Lebih banyak
karena pengusaha luar negeri memiliki pengalaman lebih lama
dalam bisnis waralaba dengan berbagai keunikan usahanya.
Besar kecilnya modal untuk terjun ke bisnis waralaba
tergantung dari jenis usaha dan produk yang dipilih. Sejumlah
bisnis waralaba dikategorikan sebagai usaha jangka pendek bila
modal kembali dalam waktu dua hingga tiga tahun. Sementara bisnis
jangka panjang butuh waktu pengembalian modal sekitar empat
hingga lima tahun. Menurut Anang, supaya berhasil dalam bisnis
waralaba, pengusaha perlu memperhatikan beberapa hal, antara
lain lokasi berusaha yang strategis.
Salah satu contoh bisnis waralaba yang berhasil
mengembangkan usahanya adalah lembaga kursus bahasa International
Language Program (ILP). Awalnya, bisnis ini hanya berupa kursus
bahasa Inggris di sebuah rumah di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan. Pada 1997, bisnis ini berkembang menjadi perusahaan
penjual waralaba. Dalam waktu tujuh tahun saja, cabang ILP berkembang
dari tujuh cabang menjadi 35 cabang. Perjalanan bisnis ILP terbilang
mulus meski sempat terhambat dengan pemilihan lokasi yang tepat.
Untuk bergabung dengan waralaba ini, pembeli lisensi
setidaknya membutuhkan dana sebesar Rp 1 miliar. Dengan modal
sebesar itu pembeli lisensi mendapatkan pelatihan dasar bagi
pegawai dan bantuan promosi. Kita ada training untuk semua pegawai
dari tingkat yang paling tinggi hingga ke staf, kata Direktur
Marketing ILP Susan.
Namun, biaya itu tidak termasuk dengan tempat usaha
yang rata-rata harus memiliki luas antara 500 meter persegi
hingga 700 meter persegi. Keuntungan dapat dicapai pembeli lisensi
setelah empat tahun berusaha dengan pembayaran royalti sebesar
12 persen dari keuntungan.
Berbeda dengan ILP, bisnis waralaba minuman Teh
Mutiara atau terkenal dengan istilah Bubble Tea membebaskan
peminatnya dari biaya royalti. Untuk bergabung dengan bisnis
ini, peminat diwajibkan membayar Rp 40 juta. Dana itu digunakan
untuk biaya waralaba dan bahan baku minuman selama empat bulan.
Bila digabung dengan biaya mesin seperti juicer dan sewa outlet,
total modal yang dibutuhkan mencapai Rp 80 juta.
Dengan modal awal sebesar itu, dijanjikan investasi
pembeli lisensi kembali dalam tempo lima bulan. Syaratnya, pembeli
lisensi dapat menjual sebanyak 150 gelas per hari dengan harga
rata-rata Rp 10 ribu per gelas. Untuk tingkat pengembalian investasi
antara lima hingga enam bulan, itu bisa dicapai jika memilih
lokasi yang ramai, papar Direktur Perusahaan Teh Mutiara Dendy
Sjahada.
Seperti bisnis pada umumnya, untuk menjalani waralaba
diperlukan kepekaan terhadap pengembangan usaha seperti pemilihan
lokasi dan kecermatan memanfaatkan celah menguntungkan dari
selera dan kebutuhan masyarakat. Kendati nama dagang terkenal,
promosi tetap diperlukan untuk memajukan usaha.
Waralaba adalah pengaturan bisnis dengan sistem
pemberian hak pemakaian nama dagang oleh franchisor kepada pihak
independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai
dengan kesepakatan. Konon, konsep waralaba muncul sejak 200
tahun Sebelum Masehi. Saat itu, seorang pengusaha Cina memperkenalkan
konsep rangkaian toko untuk mendistribusikan produk makanan
dengan merek tertentu. Era modern waralaba berkembang di Amerika
Serikat pada 1863 yang dilakukan pengusaha mesin jahit Singer
dan kemudian diikuti Coca Cola pada 1899.
Di Indonesia, waralaba mulai berkembang pada 1950-an
dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian
lisensi atau menjadi agen tunggal pemilik merek. Pada awal perkembangan
bisnis waralaba di Indonesia, restoran cepat saji yang cukup
terkenal antara lain Kentucky Fried Chicken.
Seseorang yang tertarik dengan peluang bisnis waralaba
biasanya wajib membeli lisensi atau izin penggunaan nama yang
disebut initial fee atau franchise fee. Selain berhak menggunakan
nama dagang, sebagai imbalan, pembeli mendapat pengetahuan sistem
bisnis serta pelatihan karyawan yang sama dengan pihak yang
mengeluarkan lisensi. Pembeli lisensi juga harus membayar royalti
dari persentase penjualan.(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)
Sumber: Liputan6.com, Jakarta
|